Komisi II DPR siap perjuangkan lahirnya Kabupaten Balanipa

komisi ii dewan perwakilan rakyat ri mengatakan akan mengawal percepatan lahirnya daerah otonom masih (dob) kabupaten balanipa dan saat ini masuk selama wilayah kabupaten polman.

kami tetap siap mengawal dilaksanakan percepatan pemekaran dob balanipa. cuma saja, pemprov sulbar dan pemkab polman selaku daerah induk harusnya lebih agresif lagi supaya mempersiapkan bagaimana yang adalah isyarat terjadinya pemekaran wilayah, kata anggota komisi ii dpr ri, miryam s haryani saat berada pada mamuju, selasa.

menurut dia, komisi ii dpr ri telah berkali-kali mengunjungi persiapan dob balanipa dan terletak di pihak selatan berbatasan langsung melalui kabupaten majene.

intinya, komisi ii dpr tak akan tutup mata sepanjang daerah tersebut dianggap baik agar dimekarkan, ujarnya.

Informasi Lainnya:

ia menyatakan, dob balanipa dinilai pantas untuk merupakan kabupaten baru selama sulbar.

hanya saja, baru mesti kesiapan terlebih menyangkut kelengkapan dokumen administrasi wilayah tersebut.

dari aspek potensi daerah dan aspek warga maka daerah balanipa pantas untuk merupakan kabupaten. sehingga, bisnis terbukanya kran lahirnya dob ini dimanfaatkan secara maksimal, jelasnya.

hal senada disampaikan ketua rombongan komisi ii dpr ri, markus nari, saat ini pemerintah telah membuka kran dob sampai akhir masa tugas tahun 2014.

saat ini komisi ii dpr ri telah mengerjakan pembahasan dob berdasarkan ampres (amandemen presiden) juga kami masih dapat menyelesaaikan dua daripada 19 rencana dob sampai akhir waktu sidang tahun ini, tutur markus nari.

politisi berdarah sulsel ini menyampaikan, setelah menuntaskan dua dob yakni kabupaten morowali utara, sulteng dan kabupaten konawe kepulauan, sultra. setelah ini komisi ii hendak tinggal membahas 12 dob masih dalam waktu tidak jauh ini hendak dibahas terserah.

rencana dob balanipa tidak termasuk selama 19 yang mau dituntaskan selama waktu tidak jauh ini. makanya, kita hendak menggarap peninjauan ulang kesiapan dob balanipa, tutur dia.